Industri

Apat Itu Bleaching Earth

Apat Itu Bleaching Earth

Bleaching earth adalah hasil dari mineral lempung, attapulgite dan spiolite yang dioleh untuk kebutuhan pemurnian minyak nabati dan lemak hewani agar dapat dikonsumsi oleh manusia.

Kegunaan bleaching earth dapat mengurai kotoran dan bahan yang tidak diinginkan biasanya pada minyak sawit, seperti zat pewarna (karotenoid), sabun dan lainnya, yang dapat ditemukan dalam minyak dan lemak.

Pada pembuatan minyak kelapa sawit, warna minyak merupakan salah satu faktor penting. Warna minyak akan sangat mempengaruhi kualitas dari minyak yang dihasilkan. Untuk memenuhi keinginan konsumen makan diperlukan pemucatan yang memenuhi standar.

Penggunaan bahan pemucat atau Bleaching Earth (BE) yang sering disebut sebagai adsorben menjadi pilihan utama untuk melakukan proses tersebut.

Sesuai dengan standar mutu warna BPO (Bleaching Palm Oil atau minyak yang dihasilkan dari pemucatan), pemakaian bleachinf earth ini haruslah optimum. Maka, yang perlu diperhatikan adalah mutu BPO karena jika menggunakan jenis bleaching earth yang berbeda akan menghasilkan mutu yang berbeda pula.

Mengenal Berbagai Jenis Bahan Pemucat

  1. Bentonite
    Bentonite yaitu sebuah nama perdagangan lempung yang mengandung mineral montmorillonite atau pembangun struktur bentonite. Batuan silika merupakan lempung yang berasal dari kerangka organisme aquatic mikroskopik. Lumpur yang terbentuk dari kerangka ini pada umumnya membentuk bentonite, yang kemudian digunakan sebagai bahan pemucat.
    Baca juga tentang: Batu Bentonite
  1. Arang Aktif
    Arang (Carbon) yang merupakan adsorben adalah zat yang paling banyak dipakai di pabrik untuk menghilangkan zat warna larutan. Hal ini dikarenakan zat ini paling banyak menyerap zat-zat dalam larutan. Untuk memperbesar kapasitas adsorbs maka diperlukan aktivasi carbon untuk memperbesar permukaan arang dengan membuka pori yang tertutup.
  1. Simnit
    Nama dagang dari jenis lempung kaolin adalah simnit. Mineral lempung yang berwarna putih ini adalah kaolin, dengan susunan kimia Al2O3 2SiO2 2H2O atau yang dikenal dengan nama kimia hidrous aluminium silikat. Mineral ini juga dapat berupa hasil ubahan atau pelapukan mika. Sebagai bahan keramik, pemutih dan pengisi material kertas, kaolin memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.

Mengenal Bagaimana Bahan Pemucat yang Baik

Untuk dapat menyerap kotoran di dalam minyak makan dengan baik, maka di industri minyak goreng, bleaching earth harus mempunyai luas permukaan yang memadai. Permukaan yang semakin luas membuat kinerja bleaching earth (BE) menjadi semakin baik dengan cara semakin banyak menyerap kotoran yang ada pada minyak.

Bahan baku yang berkualitas tinggi, proses aktivasi bentonite larutan asam pada suhu yang tinggi dan waktu yang lama dikatakan oleh banyak pakar produsen bahan pemutih akan menghasilkan luas permukaan bleaching earth yang besar.

Proses Bleaching Earth

Bahan limbah padat yang dihasilkan dari pemurnian minyak goreng adalah komposisi limbah padat terbesar. Limbah ini dikenal dengan sebutan Spent Bleaching Earth (BE) atau SBE, yang kemudian dapat diolah untuk memiliki nilai tambah.

Karena residu minyak yang terkandung pada SBE sudah tidak lagi bernilai food grade, maka dapat dikonversi menjadi minyak lainnya.

Fakta yang menarik adalah, unit usaha seperti pertambangan bentonit melakukan ekspor bleaching earth ke seluruh dunia dengan berfokus secara khusus kepada produk-produk bentonit. Seperti yang kita ketahui, Bleaching earth merupakan bahan alami untuk memurnikan lemak nabati dan minyak, yang ternyata pemurnian ini juga dilakukan secara masif di luar negeri.

Baca juga: Harga Ready Mix

Produksi Bleaching Earth

Perusahaan yang menjadi produsen bahan bleaching earth yang terbesar di seluruh Indonesia tercatat berhasil melakukan produksi dengan kapasitas hingga mencapai 210 ribu ton per tahunnya.

Bertambahnya kapasitas produksi perusahaan ini diharapkan dapat memenuhi pasokan bahan bleaching earth baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga penggunanya dapat memperoleh banyak manfaatnya.

Sebagai bahan aktif yang digunakan untuk penyaringan minyak di Indonesia, maka Bleaching Earth menjadi salah satu komoditas yang terpenting. Hal ini kemudian berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan akan Bleaching Earth di seluruh Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir CPO yang lumayan besar di seluruh dunia.

Seiring dengan perkembangan industri minyak goreng di Indonesia, jumlah pemakaian dan penggunaan Bleaching Earth untuk pemucatan CPO di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tercatat dengan total kapasitas produksi mencapai 9,9 juta ton pada tahun 2006, dengan jumlah industri sebanyak 65 unit di seluruh tanah air.

Berdasarkan hal tersebut, sekitar 40% total kapasitas produksi dari minyak goreng kelapa sawit menggunakan bleaching earth (BE) sebagai bahan pemucatnya, tercatat per tahun 2006, akan terproduksi sebanyak 39.600 ton Spent Bleaching Earth. Sebuah angka yang fantastis, bukan?

Anda memerlukan bleaching earth? kami memiliki produk ini dengan dua pilihan antara lain di laman penawaran

Harga Bleaching Earth Powder

Harga Bleaching Earth Granule

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *